Sabtu, 21 Januari 2012

Siang itu (The Story Of Nyontek)

"Tettttttttt" bel ujian pun berbunyi

Murid-murid kelas agraria berlari berbondong-bondong memasuki kelas.

"Pak, bisa lihat absen tempat duduk" kata pemuda bertubung tanggung itu

"Silahkan lihat sendiri" jawab pengawas kelas

Pemuda itu kelihangan kartu tes nya karena kemarin malam tercuci. Dengan perasaan gembira duduklah dia di kursi nomor empat puluh. Di sebelah kananya wanita berjilbab, di sebelah kirinya wanita bertubuh besar, di depanya perempuan non muslim yang kecil dan di belakangnya pria dengan muka seram.

Suasana saat itu terlihat tegang, beberapa siswa masih sibuk menggerakan mulutnya mengingat hafalan. Sementara lainya terlihat memegang kertas sembari membuka dan menutup matanya mencocokan hafalan dengan jawaban. Seperti pada umumnya, ada pula sebagian kecil siswa yang menyelipkan kertas di saku baju, celana bahkan tempat bolpoinya.

Perlu di ketahuai, materi Hukum Agraria terkesan menjadi sulit di karenakan dosen Hukum Agraria kelas tersebut tidak masuk empat kali dari total tujuh kali pertemuan di semester dua. Sementara materi yang harus di hafalkan sebanyak dua puluh halaman powerpoint (Hak Tanggungan, hak atas tanah, Agriaria Lama dan Baru) serta UUPA. Hanya belajar kelompok lah yang menjadi solusi siswa kelas tersebut.

Kelas itu di awasi oleh dua pria dan satu dosen pengajar yang biasa mengajar agraria kelas itu. Sepuluh menit berlalu, kedua pengawas pria itu masih sibuk merapikan lembar jawaban dan soal. Sementara Ibu dosen belum juga hadir dan tidak ada penjelasan sebelumnya. Keteganganpun semakin terasa, terbukti di tengah dinginya ruang kelas, beberapa siswa terlihat menucurkan kringatnya.

"Tuk, tuk, tuk" satu pengawaspun maju membagikan lembar jawaban. Siswa dengan nomor duduk terdepan terlihat memejamkan matanya dan mengangkat kedua tanganya sambil mulutnya komat-kamit membaca matra, eeekh doa. Lembar-lembar itupun sampai ke tangan Karno, pria dengan nomor tempat duduk empat puluh itu. Karno dengan segera mengisi nama serta nomor ujian di lembar jawaban itu.

Pengawas pertama telah selesai melaksanakan tugasnya. Pria kedua hendak maju, namun ia sedikit berbasa-basi. Entah untuk menambah ketegangan atau menakut-nakuti tetapi para siswa justru terlihat kesal.

"Ini total tujuh soal, tidak open book, tidak boleh mencontek, waktu 45 menit dan tidak boleh kebelakang(maksudnya ke wc!!!" Teriak pria pengawas kedua sembari berjalan membagikan soal.

"Aduuuhhh!" Ucap pria di bangku ke dua puluh lima

"Yaaaaaah" perempuan di barisan terbelakangpun tak kalah hebohnya

"Yes, yes" wanita kecil di bangku nomer enam terlihat kegirangan

Pengawas pertama tetap berada di belakang, sementara pengawas kedua kembali menuju bangku depan di bawah papan tulis. Sambil melihat jam di tanganya pengawas pria kedua itu mengatakan "mulaaaai!!!". Ujianpun dimulai, susasana kelas berangsur sepi dan kesibukan di antaranya pun semakin terlihat.

Sepuluh bahkan dua puluh menit pertama belum terjadi hal-hal aneh. Hingga memasuki menit ke dua puluh limapun aman. Tetapi di menit dua puluh enam, wanita berjilbab di sebelah Karno terlihat menjatuhkan lembar soal yang penuh coretan itu ke lantai, kondisi yang sama di ikuti oleh pria di sebelahnya. Yang menjadi aneh adalah pria itu justru mengambil soal wanita berjilbab sementara wanita berjilbab itu mengambil soal pria disebelahnya. (Hahaha taktik pertama)

"Itu nomer satu dan empat" bisik wanita tersebut

"Sssstt, sendiri-sendiri" teriak pengawas di bangku belakang yang tadi sibuk memainkan handphone, rupanya bisikan itu terdengar hingga belakang. Kondisipun kondusif kembali hingga menit ke duapuluh sembilan. Kondisi itu persis seperti film anak-anak asal Spanyol, Amigos X Siempre. Dimana ada satu sesi, di sekolah yang di isi anak punk itu melakukan hal yang sama dengan pria dan wanita berjilbab tersebut. Tetapi ditengah pertukaran itu mereka tertangkap basah oleh guru yang terkenal jahat dan jago dalam melihat muridnya mencontek Neftali.

Tangan itu terlihat memasuki saku celana bagian belakang, kertas kecilpun muncul bersama tanganya. Ya, wanita di depan karno sekarang sibuk menyembunyikan catatan kecilnya di bagian belakang soal. Sambil berpura-pura "ngulet" dia melihat kondisi pengawas belakang. "Huuuuh" hela nafasnya yang hendak menyembunyikan ketegangan. Ternyata kondisi di belakang aman.

Dengan sigap wanita itu hampir menghabiskan tinta bolpinya karena jawaban yang begitu panjang. Kertas contekan kecil tadi terlihat masih manja di bawah lembar soal. Sementara diatasnya soal penuh terjawab berkat bantuanya. Wanita di sebelah Karno berbisik "sus, sut", wanita di depan Karno pun menoleh sembari melempar kertas kecil yang telah di lipat ke arahnya. Sungguh insting yang luar biasa dari wanita di depan Karno itu.

Ternyata suasana di bagian terdepan tidak kalah serunya, berkali-kali diskusi dalam bisikan dilakukan. Bahkan wanita kecil yang tadi kegiranganpun terlihat membuka handphone yang di selipkan di paha kirinya. Siswa yang duduk terdepan dan terbelakang terlihat tegang dan terpaksa percaya diri dengan jawabanya. Sementara Karno yang santai justru hampir menyelesaikanya sendiri.

Waktupun memasuki menit ke tiga puluh lima. Siswa-siwa yang di total enam puluh orang terlihat semakin gelisah. "Delapan menit lagi !!!" Teriak pria di belakang sembari melangkah menuju kedepan. "Ckreeeeeeeek" pintupun terbuka, dosen agraria itu datang terlmbat dan masuk tergesa-gesa. "Silahkan dilanjutkkan" katanya sambil memohon maaf terlambat.

Diskusi dalam bisikan menjadi semakin terdengar menjadi diskusi kelompok di lima menit terakhir. Dari nomor satu hingga enam puluh semua mencuri untuk berbisik berusaha bersama mencocokan jawaban tek terkecuali Karno. Sementara pengawas dan dosen sibuk berbincang-bincang.

"Selesai ya" teria pengawas pria kedua.

"Sebentar paaaak" serempak murid membalasnya

Di sisa-sisa waktu ujian suasana semakin tampak seperti ruang rapat DPR, gaduh, ricuh bahkan teriiakan-teriakan kepasrahanpun terdengar. Dan akhirnya "teeeeeeeeeet" bel waktu selesai ujianpun berbunyi. Siswa-siswa dengan lapang dada meninggalkan jawaban yang ragu-ragu.

"Aduh, aduh gimana nih" teriak wanita berwajah arab di depan teman-temanya

"Iya-iya susah banget" jawab sahabatnya

"HOREEEEEEEEEEE !!!" Lelaki bertubuh sebesar Mike Idol berteriak lantang

Kelaspun akhirnya kosong, tersisa pengawas dan dosen yang sibuk mengambil lembajar jawaban. Ujian hari itupun selesai dengan rasa penasaran. Siswa-siswa tampak lelah dan menghibur diri dengan mendengarkan MP3 maupun bercanda tawa. Aku berdoa semoga tidak ada yang mati, karena bisa-bisa mati penasaran.

Kamis, 12 Januari 2012

Xis

Hari ke enam, tepatnya tanggal 6 Januari 2012 adalah hari kedua aku latihan memperlancar Bahasa Inggris bersama Pak Agus. Aku datang pukul 07.30 dan itu lebih pagi dari waktu yang dijanjikan pukul 08.00. Seperti sama yang di rasakan orang lain, yaa menunggu adalah hal yang paling membosankan.

Mengutak-ngatik handphone dan menulis adalah kerjaku ketika menunggu. 30 menit telah berlalu, kulihat kawan-kawanku mulai hadir dan memasuki kelas. Seperti sudah menjadi kebiasaanya, Pak Agus selalu memluai kelasnya dengan riang dan gembira.

Pak Agus adalah guru yang cerdas menurutku. Karena dia terlihat memiliki begitu banyak pengetahuan dan kemampuan bahasa Arab yang juga lancar.

"Saya lebih senang bila setiap acara sekolah itu mengundang enterpreneur di bandingkan ustad" ujarnya di tengah-tengah sesi belajar

"Enterpreneur muda lebih mampu membangkitkan semangat di bandingkan ustad, sekalipun dari sisi kerohanian itu penting juga" tambahnya dengan berapi-api

Pak Agus tanpa lelah terus bicara hingga tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 12 siang. Akhirnya Pak Aguspun menyelesaikan kelasnya dengan kesan "istemewa" di benak para peserta. Kesan itu di tunjukan Seluruh peserta yang spontan bertepuk tangan dan bahagia ketika hendak meninggalkan kelas.

Seperti biasa aku pulang menggunakan angkot D2. Sampai di rumah aku langsung makan, sholat dan tidur. Pukul empat kira-kira, aku terbangun dari tidurku. Dan di ajak ayahu untuk menghadiri acara tujuh harian, meninggalnya KH Fuad Hisyam Losari.

Si Lebar, Akang Plato

Oleh : Bakhrul Amal MS

Dahulu kala, di sebuah kota yang gersang di dataran Yunani hiduplah sekumpulan manusia. Sekumpulan manusia itu lambat laun berkembang biak, bergerak dan saling mengisi. Berpolitik dan berwirausahapun tidak mereka lupakan apalagi sebagai manusia yang hidup sosial. Sekumpulan itu pada masa modern ini kita sebut sebagai masyarakat.

Kota gersang itu memiliki suhu tujuh drajat celcius di kala dingin dan duapuluh empat drajat celcius apabila musim panas. Keadaan cuacanya yang begitu timpang membuat sebagian warganya hidup bertani. Entah untuk dasar pemicu semangat atau kepercayaan di daerah itu. Bertani bahkan di sebut sebagai pekerjaan yang sangat mulia.

Sekalipun bertani adalah pekerjaan yang sangat mulia bagi kota itu, tetapi ternyata bukan bertani yang membuat kota itu makmur. Yang membuat kota itu makmur justru pertambangan peraknya yang berlimpah. Pertambangan itu konon telah di usahakan sejak awal abad ke-5 SM.

Kota itu adalah kota yang saat ini kita kenal dengan sebutan Athena. Athena yang dengan segala kekayaanya mampu melahirkan pemikir-pemikir hebat. Salah satu pemikir termashyur yang pernah dimilikinya adalah Plato.

Plato yang memiliki nama asli Aristokles lahir pada tahun 428 SM dalam keluarga aristokrat. Ayahnya bernama Ariston, bangsawan keturuan Kodrus. Dan ibunya bernama Periktione keturunan Solon, tokoh legendaris dan negarawan agung Athena.

Plato adalah nama panggilan karena dahi dan bahunya yg amat lebar. Julukan Plato di berikan oleh seorang guru senamnya. Plato dalam bahasa Yunani berasal dari kata benda "platos" ("lebarnya") yang di bentuk dari kata sifat "platus" ("lebar"). Dengan demikian jika di lihat secara bahasa, Plato memiliki arti si lebar.

Plato di tinggal ayahnya ketika ia masih kecil. Kemudian ibunya menikah kembali dengan pamanya yang bernama Pyrilampes. Pylampres adalah tokoh yang di sebagani karena kedekatanya dengan Pricles, pemimpin Athena yang baru saja meninggal (427M). Pyrilampes inilah yang akhirnya membesarkan dan mendidik Plato.

Plato memiliki guru yang sangat ia cintai dan kagumi sepanjang hidupnya yaitu Socrates. Bahkan dalam satu kesempatan dia menyebut gurunya itu "The nobelest and the wisest ans most just". Umpakan yang tentu menunjukan bahwa Socrates memiliki tempat istimewa di hatinya.

Kecintaanya terhadap Socrates telah mendarah dalam hatinya dan hal itu sangat terlihat dari karya-karyanya. Bisa dikatakan seluruh karya filsafatnya menggunakan metode "sokratik" yang dikenal juga dengan "dialektis" atau yang sering di sebut "elenkhus". Sebuah metode tanya jawab untuk menemukan kebenaran dan pengetahuan.

Plato adalah seorang pemikir yang pembelajar, dia begitu banyak mengenal ilmu. Dari Heraklitos, Parmenides, Orphisme atau Mysteri Orphik hingga Pythagoreasisme. Itulah yang menyebabkan idealismenya berbeda dengan idealisme modern.

Idealisme Plato di kenal dengan Idealisme realistis. Dimana menurutnya dunia ide merupakan suatu realitas yang objektif. Sedangkan idealisme modern bersifat subjektif oleh sebab itu di sebut idealisme subjektif.

Karena kecerdasanya, Plato mendasarkan etika pada pengetahuan, yang mana pengetahuan itu hanya mungkin diraih dan dimiliki oleh akal budi. Sehingga munculah julukan etika rasional, etika Plato.

Lewat idealisme dan etikanya, Plato kemudia berbicara negara. Menurutnya, negara yang ideal adalah negara yang mampu mendudukan hak dan kewajiban pada tempat yang tepat serta menjaga keduanya tetap selaras dan pas. Karena negara seperti itulah yang di idamkan oleh seluruh umat manusia di dunia.

Plato mengungkapkan tak perlu besar so long as they are of one mind, sekalipun mereka golongan kecil, it is imposible to disturb them. Kesehatian adalah makna dari filosofi. Yang mana filosofi dibagi menjadi dua kata, filos berarti cinta dan sofis itu memiliki damai.

Di ahir buku keduanya serta awal buku ketiganya "Republic". Plato bercerita tentang apa itu Tuhan. Plato menolak anggapan bahwa Tuhan adalah penyebab kejahatan. Pandangan ini berbeda dengan Hesidos dan Aeschylus yang terkesan justru merendahkan Tuhan.

Sesuatu yang disebut Allah itu pasti adalah baik menurutnya (Plato). Karena itu dia mendefinisikan bahwa Allah adalah penyebab segala kebaikan. Plato menjelaskan,

"God is simple and true in word and deed, and neither changes himself nor deceives others"

Plato mengganggap Allah itu adalah ide-ide yang berada di dunia ide. Sehingga wajar jika plato menempatkan ide kebaikan itu sebagai ide yang tertinggi. Karena kebaikan itu adalah Allah.

Saya kira hanya itu yang bisa saya jelaskan mengenai Plato. Pada tulisan lanjutnya saya ingin meneruskan cerita Athena dan Plato dengan Cirebon dan tokohnya (yang entah itu siapa). Tetapi basicly pemikiran Plato layak menjadi bahan pembahasan. Seluruh karya Plato amatlah menarik, terutama karyanya Republic dan The Sophist and Statesman.

Akhirul kalam, apabila ada yang salah atau kurang lengkap sewajarnya saja "Al Insanu Mahalul Khata wa nisyan" (Manusia tempatnya salah dan lupa). Tetap bangkit dan berjuang untuk indonesia. Pikirkan yang terbaik mungkin tentang dirimu karena We are what we think we are.

Sahabat Yang Bersahabat Belajar Persahabatan

Oleh : Bakhrul Amal MS "Al Kasepuhani"

Hidup memang udah susah, tapi jangan di bikin susah

Agaknya semua pasti hafal, kalau jargon ini milik sebuah group band besar kenamaan yaitu Slank. Slank adalah group band yang berisi lima pemuda kritis dan Slank sejatinya berdiri sejak 1983. Jauh dari tahun kelahirnya, eksistensi Slank baru terasa di kisaran 1991. Pada awal kemunculanya Slank langsung menggebrak dunia musik Indonesia lewat albumnya yang bertitel Suit he he he.

Kali ini lewat lagunya yang berjudul makan nggak makan Slank mencoba membawa kita untuk rileks. Bisa di lihat dari kutipan lirik awal di atas tadi. Bila dapat dikata mungkin kurang lebihnya begini "hey udah susah ngapain dipikirin". Kata-kata itu menunjukan Slank mencoba masuk ke ranah yang lebih sempit yaitu perasaan.

Kesusahan memang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan, bahkan saya berani bertaruh, orang sekaya Bill Gates pun pasti mengalami kesusahan. Slank pun pernah mengalami kesusahan tepatnya di tahun 1995. Mereka bubar dan hanya menyisakan hubungan paman dan ponakan antara Kaka dan Bim-bim. Tiga personil lainya BongQ, Indra dan Pay memilih pergi dan membentuk band sendiri, yang saat ini kita kenal dengan BIP.

Pada periode sulit itu Slank masih tetap produktif dan terus berkarya. Terbukti di tahun 1996 lahirlah lagu Tong Kosong yang di bantu oleh dua aditional player, salah satunya AP itu adalah Ivan (Bass Slank saat ini). Kata-kata "hidup memang sudah susah tapi jangan dibikin susah", benar-benar di aplikasikan dengan baik oleh Slank.

Di bagian #chorus slank menulis "selama kamu masih, mencintaiku. Selama kamu tetap setia padaku". Dari lirik awal dan chorus kita bisa melihat, Slank seolah ingin mengingatkan bahwa masalah menjadi mudah jika kita saling membantu. Kita tidak usah pusing selama kita merasa memiliki cinta dan persahabatan.

Seperti kita ketahui bersama, Slank adalah Group Band besar yang sangat mencintai Indonesia. Mereka besar dalam masa Orde Baru, masa yang menuntut anak muda bersatu. Lagu ini mengisyaratkan ikatan persahabatan untuk tetap semangat dalam kondisi seburuk apapun.

Di era Globalisasi sekarang ini, individualitas, kapitalistik dan arogansi telah menjadi hal yang umum. Manusia seolah di paksa untuk berlari, untuk iri dan merasa takut esok tidak bisa makan. Maka ketika lelah, emosi dan ketakutan itu memuncak yang terjadi adalah chaos.

Di bagian #reff nya Slank mencoba masuk lebih dalam lagi. Slank bahkan terasa memeluk dan mengangkat persahabatn di tempat tertinggi, jauh dari kesan hedon. Dengan penuh semangat lima personil itu bernyanyi bersama di iringi ketukan drum "makan nggak makan asal kumpul". Teriakan ber api-api "makan nggak makan asal kumpul" mereka ulang berkali-kali sebagai bentuk penekanan.

Kalau boleh jujur, lagu ini adalah alasan kenapa getaran persahabatan dan mencintai teman itu bisa tumbuh sebegitu hebat di dalam hatiku. Zaman sekarang manusia di pola untuk berpikir masing-masing, jadi tidak jarang jika tingkat kesetressan dunia tiap tahunya meningkat. Penghasilan kecil, keluarga ribut bahkan masalah tugas kuliahpun saat ini berimbas guyuran keringat.

Slank mengajarkan atau bila mengajarkan dianggap "sok pintar", saya ambil kata mengingatkan. Slank mengingatkan pada kita, bahwa materi, pekerjaan atau apapun yang berimbas masalah itu tidak usah dipikir pusing. Mau besok makan atau tidak yang terpenting adalah kita harus tetap bersatu.

Kesusahan itu tidak ada artinya jika kita terbiasa hidup santai dan berkawan. Iri jangan membuat kita untuk saling senggol bahkan mengabaikan cinta. Ada yang lebih penting dari sekedar materi, dari sekedar memperdebatkan masalah bahkan dari sekedar sesuap nasi. Yaitu saling berkumpul, bersatu dan mencitai, karena persahabatan/persatuan di atas segalanya.

Lagu "makan nggak makan" rasanya mulai ter abaikan nilai filosofisnya, bahkan untuk sekedar mendengarnya pun bising. Anak muda lebih suka tema cinta yang berujung luka. Bukan melarang, tetapi ketika itu menjadi kebiasaan jangan heran kalau nanti dalam buku best seller tentang pengembangan diri, fenomena Alay, narsis dan lebay akan masuk di dalamnya.

Sabtu, 07 Januari 2012

Amilek It's Time To Change

Suasana pagi di hari ke 5 di selimuti dengan perasaan bahagia. Mandi, sholat dan makan aku lakukan sesegera mungkin. Kebahagiaan itu timbul tentunya karena aku akan mengikuti program Bahasa Inggris yang dijanjikan ayahku kemarin malam.

Akhirnya setelah mandi, sholat dan maan kuselesaikan aku berangat menuju Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati tempat dimana acara itu di selenggarakan. Di awal pembukaan aku mengetahui trainerku bernama Agus Efendi. Dalam pembukaanya juga Pak Agus bercerita tentang pengalamanya sebagai seorang motivator di Singapura sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Pertemuan pertama itu bisa di bilang Shock Teraphy, dimana dia bertanya secara spontanitas menguji kemampuan Bahasa Inggris setiap peserta. Metode pembelajaran yang dia bawa sangatlah mudah dan menarik. Selain itu, dia selalu menyelipkan kisah-kisahnya yang ternyata diketahuilah bahwa dia seorang penerjemah buku Bahasa Inggris maupun Arab.

Huh, tidak terasa 4 jam berlalu begitu cepat dan Pak Aguspun menutup kelasnya. Siang itu, aku pulang dengan perasaan sangat bahagia karena pengalam baruku ini. Di depan Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati aku menunggu angkot D2 sembari menghapal pelajaran yang tadi di berikan Pak Agus.

Dari kejauhan akhirnya kulihat juga angkot D2 yang kutunggu itu. Dengan sedikit lambaian tangan berhentilah angkutan umum itu. Aku memilih duduk di samping pak supir karena aku mencintai lagu anak "ku duduk sampi pak kusir yang sedang bekerja" (pengaruh odong2 Ambani hehe)

"Turun mana" tanya pak supir itu

"Kasepuhan pak" jawabku

Dengan semangat yang menggebu-gebu dan gaya menyetir bak pembalap formula satu, Pak Sopir itu mengantarkanku menuju Kasepuhan.

"Kiri-kiri pak" teriaku ketika angkot itu telah sampai kasepuhan

"Iya mas" jawabnya

"Nih pak" balasku sambil memberikan uang kepada Pak Supir.

Sesampainya di rumah aku langsung menemui kasurku. "Gubraaaak" adalah suara yang terdengar ketika aku menjatuhkan tubuhku ke kasur dengan gaya terjun bebas. Aku pun tertidur pulas dan terbangun ketika hari mulai malam.

Seperti manusia pada umumnya, ketika bangun tidur yang pertama ku pegang adalah Hand Phone. Dan alangkah terkejutnya aku ketika ku ketahui ternyata kawanku yang telah lama bekerja di Tegal memberiku kabar bahwa dia saat ini sedang berada di Cirebon. Di aturlah pertemuan itu dan hari itu ku akhiri dengan kebahagiaan yang tak terhitung.

Empat Itu Malas-malasan

Hari ke 4 di bulan Januari memang sedikit melelahkan. Setelah malamnya begadang untuk menyaksikan Real Madrid bertanding. Paginya aku di ajak kakak iparku Mas Isal untuk bantu-bantu membereskan rumahnya di Sumber. Alhasil, bukan ikut membantu tetapi aku malah tidur seharian. Wkwkwkwk

Ada beberapa kejadian aneh yang kulewatkan ketika aku tertidur di hari itu. Salah satunya adalah bunyi petir yang bersautan, yang membuatku terbangun dari tidur. Aku bangun, lalu keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi di luar. Rupanya hujan begitu deras mengguyur Sumber.

10 menit tengak-tengok tidak karuan, memperhatikan dan melamun. Oh ya aku baru sadar, dari tadi aku tidak melihat sosok Mas Isal di Rumah. Semakin bingung karena lampu di rumah Sumber padam. (Waaduh terpaksa SMS)Setelah kutanyakan, barulah aku ketahui dia sedang membeli batu untuk keperluan rumahnya.

Hujan pun berangsur reda dan suara petir menggelarpun mulai terlihat jarang. "Greng greng greng" suara motor terdengar menghampiri rumah. Aku bergegas membuka pintu karena kuyakini itu Mas Isal. Yup benar, dengan keadaan sedikit basah kuyup dia berlari dan segera mengganti bajunya.

Aku kun berbicara tentang hujan yang begitu besar dan diiringi suara petir itu kepada Mas Isal. Ternyata kondisi jauh berbeda, di Majalengka (tempat dia pergi tadi) malah tidak hujan sama sekali. Ketika sedang asik berbincang, tiba-tiba "ckreeeek" suara pintu tetangga terbuka.

"Waduh tadi hujanya besar sama angin puting beliung ya mas" sahutnya membuka obrolan

"Haha ngga tau pa, tadi di majalengka mah ngga ujan" jawab Mas Isal

"Oh baru pulang ya" bapak itu bicara kembali

"Amal sih gimana? Ngerasa ngga?" Tanya mas isal padaku

"Hahaha boro-boro, daritadi tidur terus, paling petir ajah keras" jawabku

"Wah, tadi hujan besar mas, ada angin puting beliungnya juga, sya sampe keluar untuk adzan"

Untuk pengetahuan pembaca (terserah sih, mau percaya atau ngga). Menurut pengakuan tetangga itu, katanya waktu kecil dia juga pernah ngalamin kejadian ini (ujan beserta angin puting beliung). Katanya, pada saat itu kakenya secara spontan keluar rumah dan mengumandangkan Adzan. Dan woow berdasar kesaksianya, angin itu pergi menjauhi dirinya yang terancam keselamatanya.

"Itu lihat mas, kanopi sampe terangkat rusak" jelasnya kembali, sambil menunjukan tangan ke arah rumah yang memang rusak parah.

Setelah 30 menit saling bertukar informasi, akhirnya obrolan pun berakhir tepat di pukul 05.00 sore. Hari sudah semakin larut aku dan Mas Isalpun segera membereskan barang-barang dan pulang menuju Kasepuhan. Kepulangan kami di sambut dengan hujan yang secara perlahan tapi pasti kembali turun membasahi tanah Cirebon. Alias kami pulang ujan-ujanaaaaaaaaaan.

Di tengah perjalanan Mas Isal tertarik dengan keramaian sebuah wearung sate yang terletak di depan IAIN Syekh Nurjati. Akhirnya kita berhenti sejenak untuk membeli sate dan membawanya pulang kerumah. Lima belas kurang lebihnya kita menunggu, akhirnya satepun siap untuk di bawa pulang.

Sesampainya dirumah yang pertama kali kulakukan adalah mandi air hangat. Rasanya itu adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai, sehabis di guyur hujan lalu di siram air hangat. Hahaha

Lelah dan kantuk tidak menyurutkan niatku untuk menyantap sate yang telah kubeli. Makan malam itu terasa begitu indah karena aku di beri tahu ayahku untuk mengikuti program bahasa inggris besok paginya.

Rabu, 04 Januari 2012

Agitek

03.01.2012
Kuawali pagi ini dengan beberapa rencana yang sudah kususun di hari kemarin. Yaitu belajar menyetir mobil dan mencari Ketua Solidaritas untuk meminta tanda tanganya. Jam 10 pagi kiranya, Om Muksin (trainerku) memberiku kabar melalui pesan singkat kalau latihan di mulai pukul setengah 11, oleh karena itu aku di minta untuk bersiap-siap.

Sesuai kesepakatan, akhirnya kami bertemu di Jalan Pegajahan, tepatnya di depan gang yang diisi papan pemberitahuan PC Fatayat NU dan Madrasah Darul Fikr.

"Maaf mas lama, tdi kuncinya di oper-oper" tuturnya, menjelaskan kenapa dia terlambat hingga setengah jam lebih.

"Oo, siap" jawabku.

"Kemana nih, selain di bima?" tambahnya

"Di bima aja dululah yang sepi" kataku menjawab pertanyaanya.

Setelah disepaki tempatnya dengan segera Om Muksin melaju mobil diesel berwarna merah dan berkekuatan 2500cc itu menuju Stadion Bima Cirebon. Dengan beberapa manuver dan gaya menyalip yang cantik Om Muksin membawaku menuju stadion Bima.

Dari lurusan Unswagati, Om Muksin mengambil belokan ke kiri dan tampaklah kemegahan stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon itu. Dengan memelankan laju mobilnya Om Muksin membelokan mobilnya ke kanan atau ke arah yang sepi.

Dan "Sreeet" suara rem mobil yang di hentikan olehnya lalu "jedugg" dia terlihat keluar dari mobil menuju tempat duduku. Owwwh bertukar tempat duduk, okelah.

"Ayo a di coba" ajaknya, sambil membuka pintu sebelah kiri dan memintaku bertukar posisi dan menyuruhku menjadi pengemudi.

"Atur lah" sahutku

Perlu di ketahui, Om Muksin sangat berani memberikan kemudinya kepadaku secara langsung bukan karena alasan. Sebelumnya aku pernah mengikuti kursus atau pelatihan mengemudi di Eka Jaya Berindo. Eka Jaya adalah sebuah lembaga bimbingan belajar mengemudi mobil yang di isi pengajar-pengajar bersertifikat A.

Dengan penuh kehati-hatian aku coba memacu mobil merah itu. Aku tidak pernah menambah kecepatan dan terus berada di posisi gigi satu. Belokan pertama menuju patung bima akhirnya kulewati, terus lurus dan kemudian memutar stadion melawati jalan di depan Bima Estate.

"Coba masuk gigi dua" tantang Om Muksin

"Cetak, ngrek" dengan sigap ku injak kopling sambil melepas gas lalu memasukan gigi dua. Dengan pelan ku lepas kopling bersamaan memasukan gas, kecepatan dan insting seperti ini perlu di lakukan agar mobil tidak mati nantinya. Sambil melihat ke kanan dan ke kiri aku terus asik bersama mobil yang interiornya sedikit kurang baik itu.

Ternyata Stadion Bima tidak terlalu mengalami perubahan. Seluruh kondisinya masih sama seperti ketika aku kelas 2 SMP. Bila bisa dikata,paling perubahan yang menonjol adalah semakin menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di area yang katanya ingin naik kelas bertaraf Internasional itu.

Dulu, PKL di area Bima hanya berupa gerobak dengan dua kursi di sekitarnya. Tetapi saat ini, PKL di area itu menambah kursi duduknya layaknya rumah makan lesehan di pinggiran kota. Suasana itu bisa di lihat di sekitar Patung Bima atau di area dekat Stadion Utama. Karena jumlahnya yang banyak, keadaan itu menjadi mudah di temui.

Setelah puas memutari area Stadion Bima, tepat pukul dua belas siang aku mengakhiri latihan mengemudiku. Aku dan Om Muksin kembali bertukar posisi ke tempat semula.

"Udah bagus a tinggal banyak latihan ajah" komentarnya, melihat latihanku.

"Tapi masih gemetar pak" sanggahku.

Rasa lelah, gemetar dan puas mengiringi perjalanan pulangku menuju rumah. Di iringi suara musik dangdut aku dan Om Muksin tidak jarang bersandung di dalam mobil. Meskipun interiornya sudah terlihat parah tetapi mobil yang di bawa Om Muksin masih memiliki mesin yang halus dan suara tape yang kencang dengan bass yang terasa menggetarkan dada.

"Makasih pak" ujarku sembari menutup pintu.

"Ya sama-sama a" sahutnya sambil berlalu pergi.

Hari itu cukuplah sangat melahkan dan menguras tenaga yang menuntuku harus banyak istirahat. Malam harinya aku memesan baso untuk menyantapnya bersama keluarga di rumah. Pukul sembilan malam tepat, akhirnya Benny (Ketua Solidaritas) mengunjungi rumahku. Ngobrol kesana-kemari lalu sebelum akhirnya pergi untuk bermain PS3.

Pukul setengah dua malam aku kembali ke rumah. Lemas membuatku tidak begitu lama untuk segera memejamkan mata.

Selasa, 03 Januari 2012

Audek Irah




Di Hari kedua Januari, hujan menjadi menu pembuka di pagi hari. Mataku terbuka di antara suara guyuran yang terdengar begitu deras.

"Wah enaknya tidur lagi nih" pikirku dalam hati

Seperti sudah kewajibanku(seorang muslim), aku melaksanakan sholat shubuh. Setelah selesai sholat dan membereskan kamarku yang terlihat berantakan, aku melakukan olahraga ringan(lari pagi di dalam kmar, push up dan sit up).

Selang beberapa menit ternyata mataku tak kuasa menahan sejuknya udara yang di tawarkan pagi itu. Aku pun kembali terlelap dalam tidurku sebelum sempat makan. Pukul sembilan tepatnya, aku bangun dari lanjutan tidurku.

Tanpa berpikir panjang lagi, aku bergegas menuju kamar mandi untuk bertempur gayung. "Jebar jebur" mandi pagi di jam siang akhirnya selesai. Tetapi ternyata mandi bukanlah hal utama pagi itu, "Kruyuk kruyuk" suara perutkupun berbunyi menuntut jatah karena sejak pagi belum kuisi sebiji nasipun.

Selesai makan, aku yang sedikit mengantuk berinisiatif melaju motorku menuju warung "abah Ato" untuk meminum kopi. Perlu di ketahui, Warung "Abah Ato" adalah tempat favoritku ketika pulang sekolah menengah dulu. Tetapi sampai aku lulus aku masih sering berkunjung di pagi hari untuk "ngopi, ngopi". Warung "abah Ato" terletak tepat di depan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan, Cirebon.

Suasana di sekitar warung pada saat itu terlihat ramai. Ada beberapa pria berbadan tegap dan bapak-bapak yang memakai seragam seperti Polisi dan Tentara. Pria berbadan tegap yang tak berseragam terlihat sibuk melakukan pengecetan jalan. Sementara bapak-bapak berseragam terlihat santai memperhatikan sambil meminum kopi dan bercanda tawa.

Pria berbadan tegap yang berjumlah sekitar duapuluh orang itu memberi garis di jalan. Memberi nomor dan mengotak-ngotak jalan. Di antaranya ada yang sibuk membawa kabel dan memasang lampu.

"Ada apa bah?" Tanyaku pada abah Ato

"Biasa, delat maning Muludan" jawabnya dengan nada tinggi yang sudah menjadi ciri khasnya.

Wow, Muludan. Bagi yang belum terlalu mengenal Muludan, akan sedikit aku ceritakan mengenai kebiasaan tahunan masyrakat Cirebon khusunya Kasepuhan ini. Muludan adalah tradisi menyambut hari lahir Nabi Muhammad. Biasanya menjelang puncak kelahiran Nabi Muhammad, Lapangan Kasepuhan dan sekitarnya berubah menjadi Pasar Malam. Pasar malam ini berlangsung satu bulan penuh sebelum diakhiri pada tanggal kelahiran Nabi Muhammad 12 robiulawal.

Berbagai macam pakaian, alat dapur, mainanan anak-anak, oleh-oleh Khas Cirebon bahkan tenda-tenda ramalan ada di acara Muludan itu. Di bagian tengah lapangan sendiri di penuhi beberapa permainan seperti ombak banyu, karnival, rumah hantu, tong edan, kuda-kuda hingga mandi bola. Muludan tidak jarang di jadikan ajang adu kekuatan, dimana biasanya ada kubu saling bertikai demi berebut jatah harian dari pedagang.

Acara Pasar Malam ini semakin ramai di kunjungi di tiga hari terakhir menjelang penutupan (tepat 12 rabiul awal). Di akhir atau tepatnya malam 12 rabiulawal, masyrakat Cirebon selalu menyebut malam itu sebagai malam pelal atau ngalap berkah. "Ayo bengi kien pelal" biasanya kata-kata ajakan seperti itu selalu hadir di malam 12 robiulawal, karena pada malam pelal biasanya pedagang menurunkan harga secara besar-besaran.

Mungkin itulah gambaran singkat tradisi Muludan versi rakyat sekitar. Karena Muludan tidak hanya malam "pelal" tetapi di dalam kraton sana ada tradisi panjang jimat dll. Tradisi dalam kraton itu tidak bisa saya jelaskan secara penuh karena keterbatasan jangkauanku mengenai hal-hal itu.

Langit kembali mendung dan rasanya hari itu akan di guyur hujan kembali. Akhirnya akupun selesai lalu membayar kopi yang tadi kuminum.

"Bah pulang" teriaku sambil berlari menutup kepala

"oy iya, ati-ati" balasnya

Kiranya hari itu kulalui tanpa berbeda dengan hari-hari lainya. Dan malam harinya aku bersajak di twitterku, yang mungkin bisa kalihan liat di @bakhrulamal.

Nuhat Lawa

Pagi itu tepatnya Pukul 05.00 tanggal 01 Januari 2012 aku terbangun dari tidurku setelah semalam penuh melewati malam memutari kota. Lelah, kantuk dan malas menyelimuti pagiku di kala itu. Aku bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan memulai sholat shubuh. Dengan hati yang ku buat gembira(untuk menghilangkan malas) aku membuka netbook ku.

Aku teringat akan beberapa tulisanku yang rupanya tak kunjung kulengkapi. Satu persatu folder demi folder kubuka dan kuperhatikan. Akhirnya aku lebih memilih menyantap sarapan pagiku terlebih dahulu sebelum kulanjutkan tulisanku.


Add caption

"Om amang" teriak manja wanita kecil itu dengan ejaan yang belum, belum dan sangatlah belum benar.

Di adalah Ambani, ponakanku yang kedua dari kaka wanitaku(anak pertama dari keluargaku). Wajahnya kulihat kucel karena mungkin air hangat di pagi hari belum menyentuh tubuhnya.

"Ambani" godaku dengan senyuman

Saut menyaut itu kuingat berulang sampai tujuh kali kurang lebihnya(terasa aneh sih bersutan "ambani di balas om amang apalagi sampai tujuh kali hehehe). Karena tau sendiri, anak kecil amatlah senang bila suaranya dibalas.

Benar saja(Ambani belum mandi), karena di tengah sesi bercanda itu terdengar suara menghampiri "Ayo mandi-mandi" teriak ibuku sambil akhirnya menggendong ambani yang ternyata begitu riang menyambut tawaran itu. Oh ya aku lupa, begitu asiknya bercanda dengan Ambani aku lupa niatku membuat makan. Kubuka lemari es dan ya telor dan kupukirkan ide membuat "ceplok" makanan favoritku di kala pagi.

Kunyalakan kompor dengan penggorengan yang di atasnya sudah kulumuri minyak. "Sreng-sreng-sreng" suara minyak itu berdecik ketika kupecahan telor diatasnya. Selang lima menit akhirnya telor itu siap untuk kusantap. "Nyam nyam nyam" kurang lebih begitulah suaraku makan persis seperti di komik-komik jepang.

Selesai makan aku kembali menuju kamarku untuk melanjutkan beberapa tulisanku. Singkat cerita itulah kebiasan pagi hariku baik awal tahun maupun tidak. Dan Awal tahun baru bagiku tidak ada perasaan yang begitu wah ataupun bagaimana. Aku melewati hari-hariku seperti biasanya. Membaca buku, lalu keluar rumah untuk ngopi di warung, menulis, browsing, mengerjakan tugas, berkumpul dengan kawan sekolah dan bermain game di warnet kakaku.

Pada aktifitas malamnya seperti biasa aku bertemu kekasih sejatiku, pelukan dalam rinduku dan belaian penuh kehangatan. Dialah Guling, aku mencintainya seperti dia yang selalu menharapkan kehadiranku. Kesetianya tak dapat di ragukan lagi walau aku hanya mengingatnya dikala lelah tetapi dia tetap setia menantiku.

Seperti manusia di seluruh belahan dunia lainya, awal tahun baru ini aku menaruh begitu banyak harapan untuk masa depanku. Dan tentunya akupun memiliki harapan untuk bangsaku. Aku berharap luka dan kebencian tak akan ada lagi di bumi Indonesia ini. Semoga manusia dapat berlaku seperti manusia dan mampu hidup secara manusia.

Itulah kisahku di hari pertamaku di tahun 2012. So bagimana awal tahun baru kalian? Tentunya kalianpun akan mengawalinya dengan harapan-harapan yang istimewa. Semoga harapan-harapan itu dapat tercapai seiring berjalanya waktu dan usaha penuh keringat. Amin !!

2012 Wish

Aku berharap secarik kertasku dapat membawaku terbang menyebrangi daratan yang terpisah.
Aku berharap tetesan air yang jatuh dari rambutku melumuri tubuh dapat menghasilkan buah.
Aku berharap hentakan kaki meninggalkan jejak yang indah.
Aku berharap lamunanku mengalir menuju samudra yang luas.
Aku berharap masuk di dalam aku menuju aku dalam diriku.
Aku berharap goresan pena ini tak lagi pudar tetapi terus timbul dalam doa-doa hariku.
Aku berharap kelelahanku menunggu dapat mempertemukanku pada indahnya kosmos.
Aku berharap teologiku semakin kuat dengan dialektika-dialektika keagungan.

Jumat, 30 Desember 2011

Ari Testo Si Lelaki Tua

Dikala senja di balik sibuknya Kota Jogja, lelaki tua itu duduk di bawah balai perkampungan di tengah guyuran hujan. Lamunan dan tatapan matanya yang kosong berharap hujan segera reda.

Kali ini dia terlihat memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil kedinginan. Di peluknya tas yang daritadi terlihat kesepian di sebelahnya.

Dua kumandang Adzan telah di lewati dan malampun semakin gelap. Jalanan sekitar balai perkampungan itupun mulai terlihat sepi setelah sebelumnya lalu lalang manusia menghadap tuhanya.

Selang sekitar lima belas menit seorang pemuda terlihat berlari menerobos hujan menuju tempat berteduh. Dipilihnyalah balai perkampungan itu bersama lelaki tua itu.

"Hujanya dari sore pak?" Sapa pemuda itu kepada lelaki tua

"Iya" jawabnya singkat

"Rokok pak?" Pria yang baru datang itu menawarkan rokok

"Tidak, terima kasih" sautnya ketus

Pemuda berbadan tegap yang baru datang itu sangat sibuk dengan handphonenya. Sedangkan disebelahnya seorang lelaki tua masih kedinginan memeluk tubuh bersama tas hitamnya di dadanya.




Selama tiga puluh menit tidak ada obrolan di antara keduanya. Hujan mulai sedikit reda, genangan air di depan balai itu muncul. Dan "byaaaar, craaaat" sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melewati genangan air yang pasti memuncratkan air ke arah mereka berdua.

"Gobloook" teriak pemuda itu

"Hmm" hela lelaki tua di sebelahnya

Pemuda itu sibuk membersihkan bajunya, sementara lelaki itu dengan santai tidak melakukan apapun dan membiarkan bajunya kotor.

"Pa kenapa tidak di bersihkan" tanya pemuda itu

"Biarlah" jawab pemuda itu

"Tapi kan kotor pak" tanyanya semakin ngotot

"Tau apa kamu" jawabnya dengan nada sedikit kesal

Pemuda itu terlihat heran dengan lelaki tua itu. Di perhatikanya dari atas hingga ke bawah tubuh lelaki tua itu. Kotor, kumuh dan terlihat lesu.

Hujan pun reda.

"Ayo sini ikut nak" ajak lelaki tua itu

"Kemana?" Pemuda itu semakin heran

"Ngopi-ngopi ngangetin badan"

Tanda tanya semakin menghantui pemuda berbadan tegap itu. Dari awal pertemuanya yang begitu ketus tiba-tiba mengajaknya ke warung kopi. Rasa heran dan ingin tahu membuat pemuda itu pasrah dan mengikuti keinginan lelaki tua itu.

Sekitar 50 meter dari tempat mereka berdua berteduh terdapat warung kopi. Sebut saja "Warda" atau warung dadakan. Lelaki tua itu terlihat terlihat berbicara dengan pemilik warung semantara pemuda itu di biarkanya duduk.

"Maaf menunggu, siapa nama kmu terus dari mana asalnya" tanya lelaki tua

"Jukli, dari Tegal pak"

"Wah pas sekali, tadi saya pesan dua kopi luak, di tegal ga ada kan" jawabnya sambil melontarkan senyum

"Adasih tapi jarang, haha"

"Bapak sendiri siapa, darimana" tanya pemuda itu

"Saya Aritesto, asli Jogja" jawab lelaki tua itu

Keakraban di antara keduanya mulai terlihat. Mereka pun bertukar canda. Tidak terasa akhirnya kopi dan kentang yang dipesan sudah siap di santap.

Sambil meminum kopi bapak itu bertanya.

"Kamu tau mengapa aku tidak sibuk membersihkan bajuku" tanya lelaki tua

"Kenapa pak" jawab pemuda dengan heran

Lelaki tua itu menjelaskan filosofinya, ketika kamu terluka biarkanlah luka itu kau nikmati. Tidak perlu sibuk mencari bagaimana luka itu di sembuhkan. Pakainya yang kotor dianggapnya luka. Sedangkan mobil di anggapnya pembuat luka.

Lelaki tua itu melanjutkan filosofinya "ketika luka itu kamu nikmati dan kamu biarkan seperti itu, kamu akan mampu merasakan nikmatnya". Umpatan menurutnya adalah bentuk ketidakpercayaan bahwa luka itu baik-baik saja.

Umpatan semakin menunjukan kamu tidak ikhlas dan mencoba membersihkanya dengan segera menunjukan kamu takut. Yang perlu kamu lakukan adalah rasakan, renungkan biarkan luka itu menyatu dengan hatimu.

Ketika kamu mampu melakukanya kamu telah membuat luka itu lebih baik. Karena kamu tau bahwa esok bajumu juga pasti bersih lagi, jadi apa gunanya keluhanmu. Lakukan itu karena itu adalah bentuk caramu untuk ikhlas dan percaya.

Jam menunjukan pukul 01.00 dini hari, penjaga warungpun sudah bersiap menutup lapaknya.

"Ayo mari kita pulang, kmu kmna?" ajak lelaki tua itu

"Aku langsung ke stasiun pak, mau ke Jakarta" jawabnya

"Ayo bareng aja" lelaki tua itu mewarkan tumpanganya

Pemuda itu semakin terkagum, berpikir bahwa lelaki tua itu sengaja ingin mengajarkanya ilmu kehidupan. Di balik pakainya yang kumuh, kotor dan lesu ternyata Honda Civic adalah tungganganya yang sengaja dia taruh di balik warung dadakan.

Akhirnya diantarkanlah pemuda itu menuju stasiun. Pertemuan singkat itu telah memberikan pengalaman yang begitu berharga bagi Jukli, seorang pemuda asal Tegal. Hatinya yang gembira membawanya lelap dalam tidur di atas kereta.

Kamis, 29 Desember 2011

Keadilan



Diskursus mengenai keadilan yang hakiki memang sulit sekali menemui titik temu. Terlalu banyaknya kepentingan membuat keadilan seolah di kesampingkan. Imbasnya adalah kemiskinan dan ketidakmerataan pembangunan yang menimbulkan pencurian, penipuan, kekerasan serta tindak kriminal serampangan lainya dimana-mana.

Jika kita berbicara keadilan hampir pasti kita mengaitkan dengan hukum. Tidak akan tercapai suatu keadilan tanpa adanya hukum. Dan dengan hukum keadilan itu bisa ditentukan dengan pas. Sedangkan dalam lima tahun terakhir hukum kita mengalami kekacauan yang luar biasa dan menjadi sesuatu pecutan yang tragis bagi kaum proletar.

Kalau kita perhatikan kaum borjuis memang memiliki pengaruh besar terhadap birokrat terlihat dari mereka yang terus-terusan meng intervensi pemerintah untuk meneruti kemauanya (seperti: jual beli hukum yang sekarang marak di bicarakan). Sementara itu kaum proletar hanya bisa diam dan dogmatis karena memang tak berdaya. Tidak salah jika saya mengatakan hukum yang notabene sebagai tiang keadilan, saat ini seakan mati suri dan memunculkan anggapan hukum hanya milik kaum borjuis.

Kasus-kasus hukum yang telah usang seperti Century hingga kasus-kasus baru (fuqoha) tentang remisi terhadap koruptor perumusan serta tata cara penegakan hukumnya hanya berakhir dalam sebuah perbincangan dan dialog di seminar ataupun televisi. Karena faktanya apa yang di perbincangkan dan seolah menemui titik terang itu tidak pernah terjadi atau sampai di kenyataanya. Sementara itu penegakan hukum jauh berbanding terbalik dengan kasus pencuri ayam, sendal dll. di berbagai daerah yang secara cepat hukumanya di jatuhkan dan terkadang mengabaikan alasan sosiologis. Why?

Padahal jika kita tarik pada hakikatnya sesungguhnya keadilan dalam hukum adalah suatu kewajiban. Artinya tidak ada perbedaan antar Kaum Proletar dan Kaum Borjuis apabila melanggar hukum berarti mereka berada pada posisi dan perlakuan yang sama. Selama dia mencuri entah pejabat ataupun pengemis di posisikan, di perlakukan dan di tempatkan dalam ruang hukum yang sama. Bahkan seharusnya ada tanggung jawab moral yang lebih untuk pejabat yang mencuri mengingat perbedaan strata sosial (bukan hanya dalam ekonomi tetapi jabatan) antara pejabat dan pengemis.

Untuk mengatasi semua ini memang perlu eine umgstaltung von grundauf atau perubahan dari bawah sekali. Yaitu dengan membenahi seluruh sistem (tidak hanya hukum) dengan mengolah kembali untuk mencapai suatu kesepakatan demi keadilan. Dan orientasi dari eine umgstaltung von grundauf ini adalah untuk membentuk manusia yang satyagraha(setia pada kebenaran).

Searang tibalah kita pada pertanyaan-pertanyaan mengenai, Sesungguhnya apa sih keadilan itu? Mengapa setiap manusia menuntut keadilan? Apakah dengan tidak adanya keadilan kehidupan akan berakhir hingga setiap manusia menuntut keadilan?. Pertanyaan seperti ini sering sekali muncul dan di cari jawabanya.

Tetapi membicarakan keadilan adalah membicarakan sesuatu yang abstrak. Dalam memandang suatu keadilan pun bisa di lihat dari berbagai sisi sebagai contoh apa yang menurutku adil belum tentu menurutmu adil. Bahkan ada kata mutiara yang mengatakan "Tidak ada keadilan yang absolut, yang ada hanyalah keadilan menurut siapa yang berbicara".

Dan ternyata ternyata keadilan itu tidak melulu di kaitkan dengan hukum. Keadilan itu sifatnya lebih luas dan universal. Sedikit mengutip ucapan Fritz Adler "men kan de hongrer van een bedelaar niet stillen door hem een grondwet in de hand te stoppen". Orang tidak bisa menghilangkan rasa laparnya seorang pengemis dengan hanya memberikanya UUD.
Sekian dan terima kasih!! (Pembahasan mengenai arti keadilan di lanjutkan di tulisan selanjutnya)

Jumat, 23 Desember 2011

Pondok Pesantren Pabelan

Di Masjid pabelan


Di pojok kota Magelang, bahkan masuk lagi kedalamnya terdapat sebuah pertapaan yang dulu di sebut funduk atau dalam bahasa yunani dikatakan pondokayen yang berarti penginapan. Pertapaan ilmu bagi cantrik atau yang sekarang di sebut santri sungguh menggugah rasa ingin tahuku. Berawal cerita dari seorang kawan, sampailah aku ke sebuah tempat yang konon terkenal itu.


Saya ingin sedikit bercerita, sekitar empat bulan lalu saya mengunjungi sebuah pesantren bernama Pabelan di Magelang. Pesantren yang dilihat dari kondisi cuacanya sangat sejuk dan mendukung sekali untuk proses belajar mengajar yang efektif. Pesantren itu dulunya didirikan oleh lulusan terbaik Gontor yang bernama Hamam atau biasa di kenal Mbah Hamam. Meskipun lulusan Gontor Alm. Mbah Hamam meracik pesantren itu lebih bijaksana daripada Gontor. Dimana siswanya di bebaskan ber eksperi dan bergaya yang jarang sekali di temukan di Gontor yang konon ketat sekali.


Kunjunganku memang tidak begitu lama tetapi aku mendapatkan beberapa hal menarik disana. Seperti misalnya, kehidupan berbahasa para santri yang memakai Bahasa Arab dan Inggris (bilingual), berbagai acara musik modern, pidato bahasa inggris yang di wajibkan setiap satu bulan sekali dll. Di sana saya menemukan sisi-sisi kesegaran dalam belajar Islam dimana Islam di ajarkan secara santun, ramah, modern tidak kasar dan Indonesia banget. Cara didik seperti ini membuat Pabelan banyak sekali mencetak intelektual yang ulama dan ulama yang intelektual seperti Prof. Komarudin Hidayat (rektor UIN Syarif Hidayatullah).


Perjalanan saya disana di pertemukan oleh lelaki bebadan tambun sedikit berkumis yang bernama Pak Najib dan beliau tidak lain adalah anak kandung Alm.Mbah Hamam. Dia begitu sederhana dan terlihat memiliki wawasan yang luas. Aku berbicara niat kunjunganku dan alkhamdulillah dia cukup terbuka.


Obrolan pun terus berlanjut, dari soal kuda yang di milikinya hingga perjalanan kuliahku. Ternyata aku baru tau mantan seorang pekerja pertanian di Filiphina ini sedikit hobi berkuda(kyai, Hobi Berkuda keren juga). Salah satu kudanya dia beri nama sama dengan artis terkenal di Indonesia Luna Maya. Waw hehehe


Akhirnya waktupun semakin larut, aku sudah memikirkan untuk segera pulang. Akhirnya aku berpamitan izin untuk pulang kepadanya. Di panggilah Wahyudo (salah seorang santrinya)


"Ini antarkan Mas Amal carikan bis di depan"


"Baik pa" sahaut wahyudono


Perjalananku di Pabelan akhirnya harus berakhir sudah. Melelahkan, bahagia, penuh ilmu dan meng inspirasi, itulah oleh-oleh yang rasanya saya bawa selepas dari Pabelan. Dan aku akan selalu ingat ucapan dari Pa Najib yang aku dapatkan ketika saya bertanya bagaimana pasang surut quota murid disini?. Dia menjawab "walla yabqa illa wajhu" "tidak ada yang kekal di dunia ini kecuali Allah".


Ya benar tidak ada yang kekal kecuali Allah. Kita harusa terus berusaha dengan kemampuan kita. Tinggalkan kecemasan dan tatap masa depan dengan senyuman. Terima kasih PABELAN, aku pasti kembali.

Mencintai dan Menyayangi Ke"negatif"an

Secangkir kopi hitam memanjakan aku yang sedang ingin menikmati betapa indahnya malam ini. Malam ini saya sedikit ingin menjelaskan mengenai maha guru saya yaitu KeNegatifan. Tentunya saya sangat berterima kasih sekali kepada hitam, kepada jahat, kepada bohong, kepada kasar dan lainya yang tentunya tidak bisa saya sebutkan disini. Karena berkat keikhlasan mereka inspirasi ini selalu muncul dan memaknai setiap warna-warni dunia ini.

Mengapa kita sebegitu kejamnya menempatkan mereka dalam kenegatifan? Apakah kita tidak pernah berpikir bahwa mereka itu adalah guru yang perlu kita sayangi?. Apakah kita lupa bahwa merekalah yang melengkapi dunia ini?. Lalu mengapa kita sebegitu sulitnya mencintai atau sekedar menghargai mereka?. Dalam mitos kehidupan tentunya kita di sibukan untuk mencari kebaikan, kujujuran dan kelembutan. Pernahkah kita sadari hadirnya semua itu berkat keikhlasan dari kejahatan, kebohongan dan kekasaran (mereka begitu ikhlas di negatifkan padahal mereka itu mahal).

Kita dapat menilai "oh orang itu sungguh baik", kadang kita tidak sadar bahwa yang mempromosikan kebaikan itu adalah "jahat". Atau kadang kita berkata "aku percaya dia jujur", disini pun kita tidak dapat mengetahui bahwa "bohong" itu menangis. Karena pada hakikatnya yang membuat jujur itu bermakna adalah kebohongan.

Jika kita ingat pada kisah-kisah masa kecil tentang nabi pertama kita Adam A.S. Yang di pertontonkan pertama pada saat itu adalah kebengalan, ketidakpatuhan dan kejahatan yang kerenanya Adam di turunkan ke bumi. Lalu berlanjut pada Qabil yang kita juluki sebagai manusia pembunuh pertama, karena dia membunuh Habil saudara kandungnya. Lagi-lagi di situ kita di suguhkan akan kebohongan serta kejahatan.

Mengapa tuhan tidak memberikan saja kita cerita tentang Adam yang baik, lembut, suci, tanpa ada salah?. Bukankah tuhan sangat mampu menampilkan itu karena dia maha pencipta. Tetapi mengapa kok Tuhan mengawali cerita Adam dengan ketidakpatuhan, berlanjut pada anaknya dengan kejahatan. Mengapa?

Menurut pandangan saya, Ini artinya bahwa untuk menemukan suatu makna ketaudian yang sesungguhnya adalah dengan kita menghargai kenegatifan. Karena hanya dengan itu kita menemukan sisi-sisi yang positif. Putih tentu tidak akan harganya tanpa adanya hitam, yang karenanya hadirlah karya-karya indah. Kesulitan kita menemukan kebaikan, kejujuran dan kelembutan itu sesungguhnya ada pada diri kita yang tidak mau merangkul kejahatan, kebohongan dan kekasaran sebagai guru terhebat dan terikhlas yang perlu kita sayangi.

Sedikit contoh lagi, dahulu kala Rasullah bersabda bahwa kejahatan balaslah dengan kebaikan. Ini kata yang sungguh singkat namun syarat akan makna. Rasullah sebegitu sayangnya pada kejahatan sehingga kejahatan itu harus di balas kebaikan. Rasullah disini ingin mengajarkan kita bahwa di situlah kebaikan menjadi sangat berarti. Dan saat itu pula Rasullah mengangkat serta menghargai kejahatan dengan menempatkan posisi kebaikan sebagai sahabatnya. Bayangkan jika semua yang ada di dunia ini baik semuaaaaaa. Apakah masih bermakna kata baik itu?.

Kesimpulanya adalah jangan pernah menganggap sesuatu yang buruk itu sebagai negatif lagi. Anggaplah itu sebagai ilmu tanamkan bahwa jahat itu romantis , kasar itu cantik, dan bohongpun indah. Keikhlasan mereka memunculkan apa yang dinamakan baik, apa yang di sebut lembut dan apa yang di maksud jujur. Berterima kasihlah pada kebohongan, keburukan dan kebohongan. Jadikan mereka teman kita untuk memulai sesuatu yang baru. Seperti apa yang di gambarkan pada kisah Adam hingga Qabil. Mereka berhasil mencitai dan menyayangi hal-hal negatif sehingga mereka dapat menemukan arti-arti positif sesungguhnya.

Selamat malam.

Kopi darat bersama Bang Amal.

Jumat, 09 Desember 2011

Menulislah Dengan Riang dan Gembira (Sehari bersama Iwan Piliang)

Oleh : Bakhrul Amal Maksum


Hari ini Kamis 8 Desember 2011 adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku karena akhirnya aku bisa bertemu dengan sosok yang sungguh inspiratif Iwan PIliang. Bang Iwan Piliang itu biasa aku memanggilnya adalah seorang penulis handal yang sudah malang-melintang di berbagai media nasional. Dia belakangan semakin dikenal berkat boomingnya kasus wisma atlet yang melibatkan Nazzarudin. Pada saat boomingnya kasus itu dia menjadi salah satu orang yang berhasil mewawancarai nazzarudin secara detail melalui media skype.

Singkat cerita, pada pertemuan itu aku datang sedikit terlambat dari perjanjian yang telah kita tentukan bersama (aku, Bang Iwan dan dotsemarang) yaitu pukul sepuluh pagi dan bertempat di lemon tea café. Tetapi keterlambatanku bukan tanpa alasan melainkan karena jadwal kuliahku yang bertabrakan dengan pertemuan itu. Aku baru bisa datang ke Lemon Tea Café sekitar pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit, tetapi syukurlah aku rupanya beruntung karena acara belum di mulai.

Kedatanganku pada saat itu di barengi dengan kepergian rombongan kru Trans 7 yang sepertinya telah selesai melakukan wawancara dengan Bang Iwan Piliang.

“waduuh siapa ini” sapanya menyambut kedatangku

“Bakhrul Amal bang” sahutku lantang, di barengi dengan jabatan tanganku

“oh iya Bakhrul, sini sini duduk” ajaknya

Akupun di ajak duduk di sebelahnya yang pada waktu itu menggunakan kacamata, kemeja lengan pendek bergaris biru muda dan celana bahan berwarna krem layaknya actor sinetron pada sebuah acara televisi. Di situ ternyata tidak hanya aku dan Thia (salah satu anggota dot semarang yang mempertemukan aku dengan Bang Iwan) tetapi hadir pula tiga orang teman Thia yang lain. Sembari menunggu temanya yang katanya belum lengkap, Bang Iwan sedikit bercerita tentang blog. Dimana di katakan olehnya ketika blog sudah membahas seputar kejadian nasional dan berunsur berita pada saat itu juga terjadi perubahan nama dari blogger menjadi citizen reporter.

Citizen Reporters sendiri rasanya menjadi hal yang sangat istimewa bagi pria kelahiran Padang yang mengaku baru pulang tiga kali selama perantaunya itu, dimana dia secara detail menuliskan bahkan mengabadikan lewat karyanya yang dapat dengan mudah di cari di internet yaitu “Kuliah Umum Seorang Citizen Reporter”. Tanpa sadar kopi mulai habis dan kawan-kawan yang lainpun telah hadir seluruhnya. Akhirnya diapun membuka pertemuan itu dengan menjelaskan latar belakangnya dan sedikit berceritaa mengenai perjalanan hidupnya.

Dari pembukaan yang disampaikanya dapat terlihat jelas bahwa di balik kesederhanaanya terdapat ilmu yang begitu bermanfaat dan sangat rugi rasanya jika tidak ia bagikan. Dan saya dapat menyimpulkan bahwa sangat sempit jika kita menilai seorang Iwan Piliang adalah orang yang tenar karena kasus pencemaran nama baik Alvin atau sangat picik jika kita menilai apa yang di raihnya saat ini adalah berkat nimbrung kasus Nazzarudin. Karena faktanya dia memulai hidupnya sebagai seorang reporters sudah berpuluh-puluh tahun sebelum boomingnya kasus Nazzarudin ataupun Alvin.

Terbukti sejak lulus SMA dia memang sudah memiliki naluri sebagai seorang Jurnalis. Dia memulai kariernya sebagai Jurnalis/Reporters sejak tahun 1983, di perjalanan karirnya dia juga ikut ambil bagian dalam lahirnya majalah Matra, selain itu dia sempat juga menjadi seorang pengusaha kecil-kecilan yang sukses hingga akhirnya dia bisa menjadi seperti sekarang ini. Kelihaianya dalam menulis dengan ekspresi yang begitu indah dan kata-kata yang ciamik pun tak usah di ragukan lagi karena terbukti tulisanya pernah di hargai satu kata dengan harga satu dollar. Waw bukan main………

Bang Iwan lebih menyebut dirinya sebagai Jurnalis Literal tidak sama seperti Andrea Hirata yang biasa di sebut Jurnalis Sastrawi. diskusi itu berlangsung sangat hidup bahkan tidak jarang pula diskusi itu menyentil tingkah laku elite politik kita yang sedang kacau karena korupsi saat ini. Dimana kesenjangan sosial antara kaum borjuis dan proletar menampakan suatu dinamika yang sangat mencekik. Kesenjangan itu di perlihatkan oleh aksi bakar diri di depan istana merdeka sebagai bentuk keputusasaan dan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap pemimpin negeri ini.

Yang lebih lucu lagi menurutnya, malam hari di saat kedatanganya di Semarang dia di kagetkan oleh sebuah berita korupsi yang terjadi di Semarang dari salah satu media elektronik. Dimana di dalam berita itu di jelaskan bahwa di hari anti korupsi yang di laksanakan di kota Semarang menghadirkan sebuah cerita lucu, dikarenakan Walikota tuan rumah acara malah tersandung kasus korupsi.

Di tengah perbincangan yang semakin menarik, Bang Iwan meminta izin kepada aku dan kawan-kawan dotsemarang untuk membacakan tulisanya yang berjudul “Memilin Gulali Memilin Hidup di Malioboro”(baca: Kompasiana/iwanpiliang). Cerita itu menghadirkan sebuah kisah yang sangat menarik bahwa diantara ramainya pedagang malioboro ternyata terselip mimpi dari sebuah gerobak gulali. Dari pembacaan cerita itu pula, dia ingin mengajarkan pada kita bahwa aroma, rasa dan suasana yang tidak dapat di jangkau oleh media televisi selama ini sesungguhnya dapat di munculkan lewat kata-kata.

Verbal adalah sebuah pelengkap atau elemen sangat penting selain dari visual, dimana rasa dan aroma itu bisa muncul lewat pilihan kata-kata yang menarik. Seperti contoh “harumnya daun cengkeh di bungkus dalam kertas putih menjadi bulat seukuran bolpoin, terasa padat dan begitu nikmat ketika di taruh di ujung bibir dan di nyalakan dengan sebuah korek api”. Hmmmm “asap masuk dalam kerongkogan menuju lubang hidung dan keluar kembali setengahnya”. (contoh dariku)

Terlalu asik berdiskusi kita tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukan pukul setengah dua siang, Bang Iwan pun segera menutup forum diskusi dan mengajak kita mencari makanan khas semarang Bakmie Jowo. Bang Iwan tidak dapat terlalu lama bersama kita karena kebetulan dia harus segera terbang menuju Jakarta pukul empat sore. Tepat pukul dua, akhirnya kita sampai di Bakmie Jowo Doel Noemani yang terletak tepat di hadapan Mall Paragon.

Bang Iwan terlihat begitu lahap menyantap Bakmie Rebus yang di hadirkan dihadapanya sesaat setelah memesan. Terbukti dengan waktu tujuh menit piring yang tadinya berisi bakmie hangat telah bersih tak bersisa (Hehehe). Di penghujung pertemuan sebelum kembali ke Jakarta Bang Iwan menyempatkan waktunya untuk mengabadikan momen indah pertemuan itu dalam jeperetan kamera digital.




“Mal, Abang berangkat dulu” pamitnya

“iya Bang hati-hati, terima kasih banyak atas ilmunya, ini sungguh suatu pengalaman yang sangat berkesan”jawabku sambil menjabat denganya

“semuanya, abang berangkat ya” ucapnya kepada kawan-kawan dari dotsemarang

Dengan berat hati Bang Iwanpun akhirnya berpamitan untuk segera berangkat kembali ke Jakarta dengan di antar oleh seorang kawan menuju bandara.

Tulisan ini hanyalah sedikit gambaran pertemuan yang begitu singkat tetapi menghasilkan diskusi yang merubah kondisiku yang pada saat itu stagnan, menjadi lebih memiliki inspirasi untuk memulai sesuatu yang baru kedepanya. Di akhir tulisan ini sayang ingin sedikit mengutip kata-kata Bang Iwan yang menurutku berisi pesan sarat makna yang sangat menarik dari sekian banyak kata-kata yang menarik yang di ucapkan oleh Bang Iwan,

“Menulis itu bukan menulis, menulis itu membaca, menulis bukan menulis, menulis itu menggunakan segenap indra kita, menulis menggunakan dan memanfaatkan waktu, menulis menentukan premis dan yang terakhir menulislah dengan riang dan gembira”

Terima kasih Bang atas ilmunya hari ini,akhirul kalam “kalau ada sumur di lading boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi”.

Sabtu, 03 Desember 2011

Bulan


Rasanya malam ini adalah malam minggu, oh ya betul ini malam minggu. Mengapa aku sampai bisa lupa? hmmm. Sepertinya malam minggu memang tidak terasa terlalu spesial bagiku ( seorang manusia laki-laki yang tidak memiliki kekasih). Menanti pagi tiba aku lebih memilih keluar rumah dan duduk di teras halaman rumah.

Dalam kesendirian itu aku terlarut dan terkesima dengan jutaan bintang yang bertaburan. Mataku melirik dan menatap ke pojok langit, dan tahukah anda apa yang kutemui. Waaaaw, bulan begitu indah, terang, tersenyu dan sangat memanjakan pandanganku. Keindahan bulan itu menuntun kakiku untuk segera berlari munuju kamar dan mengambil kertas serta bolpoin. Dan inilah hasilnya:



Wahai bulan, terangilah mendungku dengan sinarmu yang lembut.
Tatapan sayumu di pojok langitlah yang mampu menumpahkan rinduku malam ini.
Sadarkah bulan, pelarianku pada akhirnya bersembunyi untuk melongok sinarmu.
Hingga saat penaku berputar mencari kata-kata yang terurai.
Kususun bait demi bait, tetapi tak kutemui kelembutan selain sayunya sinarmu.
Sayapku terbang dimana kau hendak menghilang dalam perpisahan dini.

Bijaksana Adalah Ilmu Pengetahuan




Bijaksana, hmmm sepertinya kata ini sering kita dengar, terutama dalam sebuah permasalahan yang berkaitan dengan perdebatan. Ketika ada satu orang mendiskreditkan satunya lagi tetapi yang satunya memilih diam, secara spontanitas kita menyebut dia "bijaksana". Tetapi makna dari bijaksana sendiri itu apa? Seperti apa bentuknya?. Lalu bagaimanakah kita dapat menemukan arti itu dalam kehidupan kita?.

Plato salah satu filsuf terbesar yunani menyebut bahwa kebijaksanaan adalah ilmu pengetahuan, mengapa?. Kebetulan satu minggu terakhir ini saya mencari buku itu, tetapi tidak saya temukan. Padahal saya yakin itu adalah buku yang sangat-sangat menarik untuk di "makan". Dengan keterbatasan itu, maka saya mencoba menerka isi dan maksudnya melalui pandangan saya sendiri dikaji melalui dialektika dengan Ustad Jibril.

Kebijaksanaan adalah sifat menerima tanpa pamrih setiap keadaan tanpa keluhan dan penuh penghargaan terhadap sisi-sisi kehidupan. Kebijaksanaan dalam islam sangat di kenal dalam ilmu tasawwuf, tasawwuf sendiri berasal dari kata safha yang berarti bersih. Disini saya tidak ingin mengulas begitu banyak mengenai tasawwuf, Insya Allah di lain waktu saya angkat keindahan tasawwuf dan sekarang kita kembali ke topik kebijaksanaan.

Pada mulanya kebijaksanaan itu muncul dalam kesendirian, pengalaman bahkan kerohaniaan yang tinggi. Ketiga keadaan itu pula yang memunculkan ilmu pengetahuan. Sehingga keterkaitan antara kebijaksanaa dan ilmu pengetahuan itu sangat teramat dekat. Bahkan pribahasa dalam kamus besar pribahasa Indonesia menyebutkan bahwa "semakin tinggi padi semakin merunduk". Yang artinya semakin berilmu semakin bijaksana.

Untuk memulai tahapan menjadi bijaksana memang tidaklah mudah. Tetapi faktor terbesar yang mempengaruhi kebijaksanaan adalah ilmu. Sekarang ada yang bertanya "kan wakil rakyat kita dan orang-orang atas kita juga ber ilmu, tetapi mengapa mereka tidak bijaksana?". Jawabanya mudah dalam kitab Al-Hikam dikatakan "Pecinta bukanlah orang yg mengharapkan imbalan atau upah dari kekasihnya. Sejatinya pecinta adalah yg mau berkorban untukmu, bukan yg menuntut pengorbanan darimu".

Orang yang benar-benar mencintai ilmu tak mengharapkan apapun selalin kaidah ilmu. Mereka menjadikan ilmu tujuan hidup bukan tujuan hidup memanfaatkan ilmu. Tetapi saat ini begitu banyak orang salah dalam memandang ilmu. Mereka berpikir dengan ilmu mereka bisa menjadi orang kaya ketika ilmu tidak jua membuatnya kaya mereka malas. Mereka berpikir dengan ilmu bisa membuat mereka menang berdebat dengan orang tetapi ketika ilmu itu tidak berguna mereka lalai. Ilmu bukanlah sesuatu teori timbal balik yang membuat kita berpikir dengan ilmu yang begitu mahal kita harus kaya.

Orang yang sisi keilmuanya tinggi memandang ilmu adalah tujuan hidupnya dan apa yang mereka dapatkan hanyalah bonus. Mereka begitu mencintai ilmu dan rela melakukan apapun demi ilmu. Jika kita ibaratkan, kita hendak pergi dari daerah Cirebon menuju Bandung. Bonus yang kita dapatkan adalah kita dapat melihat eloknya majalengka, melihat bukit nan indah di sekitar sumedang, dan gadis-gadis cantik pasundan. Tetapi mereka terus berjalan dan memacu kendaraan menuju ke bandung karena itu hanyalah bonus perjalanan. Itulah totalitas ilmu, ketika kita mampu menjadikan ilmu tujuan maka kita dapat melihat dan menemukan kebijaksanaan.

Dari situ bisa di simpulkan bahwa kebijaksanaan adalah ilmu dan ilmu adalah kebijaksanaan. Orang yang ber ilmu selayaknya memiliki kebijaksanaan yang lebih, saling menghargai dan toleran. Kebijaksanaan tidak bisa di lihat hanya dari ucapan tetapi tindakan. Kecintaan terhadap ilmu membuatnya bijaksana karena ilmu selalu memberi tanpa pamrih.

Sudahkah kita mencintai ilmu untuk bijaksana, ataukah kita hanya memanfaatkan ilmu?. Kita harus selalu semangat dan sama-sama mengikhlasan hidup demi Ilmu agar kita mampu bijaksana. Dalam budaya pesantren ada doa yang begitu indah dan penuh makna, begini buninya "Allahumma Nawwir Qulubana Bi-Nuri Hidayatika Kama Nawwartal Ardla Bi-Nuri
Syamsika Abadan, Abadan, Abadan, Birohmatika Ya Arhamarohimin ( Ya Allah terangilah hati kami dengan cahaya hidayahmu seperti engaku terangi bumi ini dengan cahaya matahari selama-lamanya, berkat kasih sayangmu wahai
dzat yang sebaik-baik melimpahkan cinta kasih sayang).

-10 = 10

Oleh : Bakhrul Amal Maksum



Sepuluh tahun lalu, tepatnya ketika umurku baru berkisar 10 tahun aku begitu memiliki keingan yang tinggi untuk menjadi Astronot. Yang aku tau saat itu, dengan menjadi astronot aku bisa berkeliling ke luar angkasa, melihat keindahan langit dengan jarak pandang yang lebih dekat.

Kebutulan aku begitu senang dengan keindahan, dan keindahan menurutku adalah luar angkasa sana. Dimana Bumi mengelilingi matahari bulan mengilingi bumi dan mars begitu setia mengikuti, serta bintang-bintang yang berkelip menari di tengah gelap. Aku sangat ingat ketika Kompas menjelaskan serta memberi gambar mengenai rasi bintang. Bagaimana Pisces, bagaimana taurus, scorpio dan lain-lain terbentuk melalui titik indah aksioma.

Siang harinya, tepat ketika aku pulang sekolah ayahku meberikan koran kompas yang membahas mengenai rasi bintang bagaimana bintang-bintang terbentuk. Karena begitu gembiranya aku segera keluar dan menatap langit, yaah ternyata aku lupa bahwa bintang hanya terlihat malam hari.

Singkat cerita akupun segera tidur dan berharap malam lebih cepat datang. Akhirnya malam datang juga, selesai sholat dan mengaji aku begegas keluar kehalaman rumah. Di temani koran yang di berikan ayahku, aku mencoba mencocokan rasi bintang tersebut. Dan waaaaw ternyata begitu Indahnya dunia luar angkasa sana dengan berbagai rahasianya.

Kecintaanku pada angkasa luar membuatku semakin ingin tahu dan ingin tahu. Tetapi semakin dewasanya usiaku minatku akan dunia ke astronomi semakin menghilang. Tetapi menghilang yang bukan berarti tidak ada, tetapi menghilang yang berarti ada.


Hingga saat ini aku selalu berusaha dan bermimpi untuk dapat kesana. Meskipun itu tidak mungkin tetapi setidaknya khayalanku mewakili kemungkinan itu. Karena langit aku berkarya, karena langit aku berpikir, karena langit aku menjadi kuat dan karena langit aku berilmu.

Luar angkasa sana yang mengajariku bahwa seluruh keindahan itu tidak harus di perlihatkan. Biarkan orang takjub dengan sendirinya ketika mengetahuinya. Luar angakasa yang mengajarkanku bahwa sebagian keindahan itu dapat terlihat dimana perbedaan bersatu. Dimana bintang yang berkelip indah hanya dapat terlihat ketika bumi yang gelap karena matahari menyinari bagian yang lainya.

Jumat, 02 Desember 2011

Akhir Bulan di Tahun 2011 ( i'm gifted so are you!)

Oleh: BAkhrul Amal Maksum

DESEMBER, hmmmmmm Desember ini sejujurnya masih begitu banyak targetku yang terbengkalai. Tetapi secara kesuluruhan akhir bulan ini membuatku sedikit bersantai karena target-target pokok dan target yang tidak terpikirkan alhamdulillah tercapai dengan baik. Bagaimana dengan kalian? Tentunya harapanku kalian juga mendapat kabar gembira di akhir tahun ini.




Aku tidak jauh berbeda dengan kalian yang pastinya selalu memiliki target-target penting di setiap tahunya. Entah itu kesuksesan akademik, ekonomi, percintaan bahkan tidak sedikit pula yang menargetkan berat badan bisa turun melalui program diet yang ketat hehehe. Di antara target yang aku susun pastinya aku memiliki target pokok dan target cadangan yang aku yakin kalianpun memilikinya.

Target yang utama biasa aku sebut dengan target pokok dan target apabila terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan biasanya aku sebut target cadangan. Aku memulai tahun 2011 dengan begitu banyak pengharapan tinggi yang tentunya dengan keadaan yang tidak sesuai dengan keadaanku. Aku tidak pandai dalam akademik dan tidak pula sukses dalam mencoba usaha, bisa di bilang hidupku hanya bermodal percaya diri dan semangat saja.

Sedikit cerita, dari awal 2010 hingga akhir 2010 susunan rencanaku kacau balau dan kekecewaanku memuncak hingga akhirnya sempat terpikir olehku untuk tidak memasang target apapun di 2011. Rasa kekecewaanku pada 2010 menuntunku meniju rak buku di pojok perpustakaan, tepatnya di antara dua lemari utama. Di situ aku membaca berbagai buku dan dari situ pula aku menemukan sebuah buku yang cukup menarik menurutku judulnya “Smart Learning Technology” karangan Adam Khoo.


Singkat cerita buku itu memulai inspirasiku dengan semangat-semangatnya dan membangkitkan kembali api di kala kecil yang hampir padam karena tidak pernah ku coba untuk mengganti dengan lilin yang baru. Buku itu sedikit memberiku beberapa lilin untuk siap menggantikan lilin yang hamper cair. Bagi anda yang saat ini sedikit kehilangan semangatnya bisa mencoba untuk membaca buku “Smart Learning Technology”. Semoga membantu.

Sebagai penutup aku ingin memberikan kalian kata motivasi dalam menjalani hidup ini “jika menyerah saja masih membuatmu tetap berusaha bayangkan jika kamu tidak pernah menyerah”. Tetaplah berusaha dan jangan lah menyerah, karena menyeraha atau tidak itu tetap saja akan menempatkanmu dalam keadaan berusaha.

Netizenology

Oleh : Bakhrul Amal Maksum

Beberapa tahun terakhir ini masyarakat Indonesia memiliki suatu kebiasaan baru dan seolah menjadi gaya hidup yang biasa kita kenal dalam bahasa sehari-hari dengan sebutan Online. Mereka yang biasa menggunakan media internet untuk melakukan aktifitas dalam kelompok sosial di sebut dengan Netizen. Netizen sendiri adalah sekumpulan atau penduduk dunia maya yang memiliki keterlibatan aktif dalam komunitas online dan biasa menggunakan internet di rumah, di kantor maupun sekolah untuk kegiatan sosial.

Pengaruh serta persaingan global yang semakin menggila membuat fenomena online tidak salah jika kita jadikan sebagai suatu kebutuhan hidup. Dari mulai sekedar mencari informasi dan berita hingga melakukan aktifitas sosial universal seperti menggunakan Facebook, twitter serta forum lainya dapat di lakukan dengan cara

Online. Penyajianya yang tidak terlalu sulit dan bisa di bilang sangatlah mudah memang membuat begitu banyak orang tertarik dan mendadak menjadi Netizen.
Bagitu banyaknya pilihan dalam melakukan aktifitas online memang menjadi salah satu daya tarik mengapa online saat ini begitu digemari. Selain mencari berita dan melakukan kegiatan sosial para Netizen juga di berikan kebebasan dalam mengekspresikan atau menunjukan bakatnya agar lebih di kenal oleh khalayak luas.

Karena tidak sedikit pula Superstar yang mengawali kariernya memanfaatkan media internet ini, kita ambil contoh artis muda terkenal di dunia saat ini Justin Bieber.
Begitu seringnya saya melakukan aktifitas dalam dunia maya membuat saya sedikit tahu dan mengenal bahwa sesungguhnya tidak sedikit pula potensi anak muda kita yang tidak kalah hebatnya dan memiliki potensi superstar seperti Justin Bieber. Kita ambil contoh Udin seorang pemuda lombok yang namanya melambung lewat hits singlenya yang begitu kreatif Udin Sadunia. Sama seperti Bieber, Udin pun terkenal melalui media Youtube. Dan tentunya masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu disini.


Akan tetapi kemudahan yang di tawarkan ini tidak selamanya serta merta di ikuti oleh kegiatan yang positif pula. Begitu mudahnya akses internet ini juga terkadang membuat seseorang sedikit mengabaikan etika dan cenderung lupa akan pentingnya apresiasi terhadap karya orang lain. Oleh karena itu saya membagi Netizen menjadi tiga bagian yaitu Netizen Aktif , Netizen Positif dan Netizen Negatif sebagai Netizenology.

A.Netizen Aktif

Netizen aktif adalah mereka yang menggunakan media internet tidak hanya sekedar browsing tetapi mereka juga berkarya. Mereka begitu kreatif dan cenderung menyukai hal-hal baru dalam dunia internet. Selain itu mereka juga pandai memanfaatkan kemajuan tekhnologi untuk mempromosikan dirinya atau bahkan orang lain.
Kemudahan yang tersedia dengan cara menggunakan internet ini mereka gunakan dengan sebaik mungin. Seperti misalnya mereka suka menulis, mereka publish tulisan itu melalui media Blog, wordpress dll. Dan mereka yang memiliki kelebihan sebagai seorang penghibur mereka menyebarkan keahlianya melalui youtube, reverbration dan banyak pilihan lainya. Adapula yang memanfaatkan media internet ini untuk mengembangkan usahanya. Melalui bisnis online dengan sistem kirim transfers sejenis Online Shop yang tentunya legal.

Kreatifitas mencipta yang mereka gabungkan dengan media internet ini menunjukan rasa tanggung jawab. Dimana mereka mencoba untuk tidak menjadi plagiat dengan rasa percaya diri yang tinggi. Kreatifitas yang mereka lakukan ini menunjukan rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai seorang Netizen.

B.Netizen Pasif

Mereka yang menggunakan media internet sewaktu-waktu dan sekedar menghilangkan rasa jenuh di tengah kesibukan sehari-hari dengan memanfaatkan jejaring sosial adalah
Netizen Pasif. Netizen Pasif biasanya menggunakan internet hanya sekedar ingin terlihat "eksis" melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype, ym dan jejaring sosial lainya. Mereka memanfaatkan media internet ini guna berkomunikasi dengan sahabat-sahabat dekat bahkan kawan di luar negeri dengan media chating ataupun webcam. Biasanya mereka juga memanfaatkan jejaring sosial ini untuk mengekspresikan suasana hati dan kondisi sekitarnya dengan menuliskanya di status atau personal message.

C.Netizen Negatif



Selain Netizen Aktif dan Pasif adapula Netizen Negatif, Netizen Negatif adalah mereka yang memanfaatkan kecanggihan internet untuk sebuah tindakan yang merugikan baik untuk dirinya maupun orang lain. Seperti Cyber Crime, Pornografi dan masalah-masalah klaim yang seolah di sepelekan akhir-akhir ini.

1.Cyber Crime

Contoh sederhananya adalah aksi penipuan online seperti menjual berbagai macam barang dengan harga murah tetapi pada saat di bayarkan teryata barang yang di pesan tidak kunjung datang. Mereka Aktif dan rela berjam-jam menghabiskan waktu di depan komputer guna mengawasi korbanya. Dan yang perlu di perhatikan adalah Cyber Crime ini mulai marak di Indonesia karena mereka melihat perekonomian bangsa kita yang tidak stabil.

2.Pornografi

Selain cyber crime adapula hal lain yang masuk kategori Netizen Negatif yaitu penggemar setia situs porno. Mereka sangat aktif bahkan merelakan waktunya hanya demi satu buah judul video porno dengan kualitas baik dan berdurasi lama yang kira-kira bisa memakan waktu tiga jam untuk mendownloadnya. Mereka bahkan berani mengabaikan peraturan pemerintah yang sudah berusaha menutup situs porno demi memuaskan hasrat dengan melihat gambar manusia tanpa busana.

3.Klaim

Yang paling sering kita lihat dan mungkin kitapun melakukan adalah kasus klaim seperti memanfaatkan media internet untuk sekedar mencari tugas dengan cara mengcopynya lalu di jadikan tugasnya. Tidak berfikir bahwa itu adalah karya orang yang seharusnya mereka hargai tetapi mereka klaim menjadi karyanya dengan sebutan tugas. Ini adalah sebuah gambaran lunturnya rasa tanggung jawab dalam ber internet. Kasus klaim yang sering kita lihat lagi adalah mereka yang sengaja memposting tulisan tanpa izin dengan tidak mencantumkan siapa pemilik karya asli tersebut. Keterbatasan waktu adalah alasan paling tepat, karena dengan hanya mengcopy lalu mempastekan tulisan orang lain tidak memerlukan waktu yang lama serta energy berfikir yang ekstra..

PENUTUP

Dari pembagian Netizen ini tentunya kita dapat memberikan kredit point tersendiri bagi Netizen Aktif , Pasif dan Negatif. Sekaligus membuktikan bahwa dalam dunia internet itu ternyata tidak melulu mengahdirkan sesuatu yang positif tetapi ada pula hal-hal negative yang tentunya memberikan dampak masing-masing bagi individunya. Etika dalam bernetizen ini perlu kita tingkatkan kembali, karena dengan tanggung jawab dan pemanfaatan internet yang mempunyai etika akan mampu menumbuhkan rasa kreatifitas.

Dalam harapan saya suatu saat nanti Indonesian Young Netizen dapat membuat satu jejaring sosial sejenis facebook tetapi di khusukan bagi penduduk Indonesia seperti apa yang dilakukan China dengan Renren dan SNS nya. Dimana dalam jejaring sosial khusus Indonesia itu kita tidak hanya sekedar bertegur sapa tetapi juga dapat berkompetisi dan menunjukan kreatifitas. Ide jejaring sosial yang khusus ini saya harapkan agar nantinya kita lebih mudah untuk mengontrol dan menilai sendiri kreatifitas bangsa kita terutama kaula mudanya.

Dan yang terpenting jejaring sosial itu dapat kita gunakan sebagai ajang berkompetisi dari menulis hingga hiburan yang qualified bagi pemuda kreatif Indonesia. Maju terus Indonesia, tunjukan Indonesia ini negara yang kreatif dan nilai lebih dari manusia yang kreatif adalah mampu untuk bertanggung jawab.

Sabtu, 19 November 2011

SOLIDARITAS

Oleh : Bakhrul Amal Maksum




SOLIDARITAS atau Konsolidasi, Kreatifitas Anak Bangsa adalah organisasi pemuda yang berdiri dan sampai saat ini hanya berada di Cirebon yang awal kemunculanya bisa di bilang secara tiba-tiba. Mengapa saya dapat mengatakan seperti itu? Karena mungkin deklarasi dan awal pembentukanya pun tidak melibatkan keseluruhan anggota yang tergabung di dalamnya. Di awali dari inisiatif seorang yang luar biasa peduli terhadap kehidupan pertemanan dia adalah Benny Suhada. Dalam khayalanya yang begitu tinggi dia begitu menginginkan suatu perubahan dalam kehidupan pertemanan atau yang dalam Hindu dikenal dengan “tat twam asi” yang berarti “aku adalah dia dan dia adalah aku” yang terkesan terlupakan. Dimana yang dia rasakan saat itu saling sapa, saling bertukar kabar, saling membantu dan menolong seolah semakin jarang dirasakan lagi.

Singkat cerita tiba juga empat hari yang sungguh melelahkan yaitu 19 Februari 2010 hingga 23 Februari. Dibantu oleh kawanya Gibrand secara sukarela dia mengirimkan pesan singkat kepada kawan-kawan untuk meminta persetujuan membentuk organisasi serta mencantumkan berbagai nama sebagai pengisi kepengurusan. Hingga akhirnya pada tanggal yang sama dengan tanggal ulang tahun saya yaitu 24 Februari 2010 di Kota Cirebon lahirlah SOLIDARITAS. Suatu organisasi yang terkesan “anak muda banget” karena yang tertua pada saat itu adalah Jenny Azis (sekretaris SLDS) yang berumur 21 tahun.

SOLIDARITAS memang pada awalnya di bentuk untuk mempersatukan kembali kawan-kawan yang mulai jauh karena lokasi kuliah yang berbeda-beda di berbagai kota. Tetapi dewasa ini SOLIDARITAS tumbuh dan semakin dewasa dan berani berbicara permasalahan sosial. Yang pada awalnya hanya memiliki niat untuk mempersatukan kembali kawan-kawan berubah lebih besar lagi untuk mempersatukan masyarakat Cirebon pada umumnya.
Lelah dan muak dengan penyampaian aspirasi yang tidak menyelesaikan masalah dan hanya menimbulkan masalah baru bahkan berujung kekerasan membuat SOLIDARITAS tergerak hatinya untuk mengusung misi Perdamaian.

SOLIDARITAS menapak jalanya dengan hati penuh damai dan mengedepankan musyawarah yang tidak jauh berbeda dengan organisasi lainya pada umumnya. Tetapi yang membedakan SOLIDARITAS dengan organisasi lainya adalah, SOLIDARITAS mencoba untuk menjadi penengah, fasilitator atau pihak yang senantiasa menemukan pihak-pihak bertikai dan lebih mengedepankan musyawarah di dalam penyelesaian masalah. SOLIDARITAS sebagai organisasi yang begitu mencintai Indonesia mencoba untuk mengamalkan sila ke 4 dari Pancasila yaitu “kerakyatan yang di pimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.

Misi damai yang di usung sejak awal kelahiranya membuat SOLIDARITAS memiliki keinginan luhur yang begitu tinggi terhadap Perdamaian. Dan berpikir bahwa “setiap masalah bisa di carikan jalan keluarnya tanpa ada satu pihak merasa disakiti ataupun tersakiti” yaitu dengan Musyawarah Mufakat..

Kita ketahui bersama bahwa setiap permasalahan yang hadir dan timbul di Indonesia bahkan dunia baik sesama masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah, jarang atau bahkan jauh sekali menemukan titik temu. Ke egoisan kedua belah pihak menyebabkan nilai-nilai kebersamaan dan kemanusia terkadang di kesampingkan. Berbagai argument pembenar di hadirkan demi menuntut sebuah keadilan dan kemenangan yang hanya menimbulkan ketidakpuasan ketika salah satu pihak di kalahkan. Tidak hanya ketidak puasan yang di hasilkan tetapi jauh dari itu, yaitu keinginan membalas dendam.

Contoh nyata adalah tragedy Hitler sang der fuhrer, dia begitu kuat bersemangat memiliki keinginan mengusai dunia. Yang menjadi sorotan adalah keingananya itu di ikuti dengan pembunuhan berantai atau kejahatan genocide terhadap kaum-kaum Yahudi. Kekejaman Hitler itu tentu menjadi tanda tanya tersendiri dan ternyata ketika di selidiki ternyata pada masa kecilnya Hitler kerap mendapat penghinaan dari kaum Yahudi. Sungguh tragis bukan kekuatan balas dendam dan ini adalah contoh, andaikan dulu permasalahan Hitler dengan Yahudi di selesaikan dengan baik tentu tidak akan menimbulkan dendam yang begitu mengacaukan dunia. Dan sedikit contoh lagi perebutan kekuasaan oleh Mao Zedong dari tangan Chiang kaisek yang hanya menimbulkan perubahan wajah saja tetapi memiliki system yang sama.

Dan di Indonesia pun terjadi yaitu ketika perebutan kekeuasaan dari Soeharto pada tahun 1998. Yang lebih tepatnya saya katakan sebagai pemuas nafsu politik sebagian orang saja karena yang terjadi justru impachtment yang dialami Abdurrahman Wahid pada tahun 2000, dimana kejadian itu tanpa persetujuan Gus Dur (Sapaan akrab Abdurrahman Wahid) terlebih dahulu. Yang tanpa disadari berimbas pada kepemimpinan lunak Presiden-Presiden selanjutnya, tidak ada ketegasan, tidak ada power. Mereka tidak mau terlalu tegas karena tidak ingin mengalami apa yang dialami Abdurrahman Wahid bahkan justru mereka memunculkan rezim baru yang lebih parah dari Soeharto dan fakta Inilah yang terjadi di Indonesia saat ini!

Mari kita bandingkan dengan Nelson Mandela, seorang tokoh kulit hitam, pejuang revolusioner penentang politik apartheid dan mantan Presiden Afrika. Sosoknya yang begitu ramah dan bersahaja membuat setiap orang segan dan menaruh hormat padanya, tak terkecuali di Indonesia. Dia begitu di cintai oleh masyarakat Indonesia karena kebanggaanya terhadap batik yang melibihi kebanggaan orang Indonesia sendiri yang notabene pemegang hak milik batik. Gerakanya yang perlahan dan pasti, tanpa dendam dan penuh cinta kasih membawa Afrika menjadi negara merdeka dari berbagai hal termasuk rasisme. Goresan penanya menginspirasi jutaan manusia di seluruh penjuru dunia untuk menyuarakan perdamaian.

Nelson Mandela adalah tokoh penting yang mempersatukan Afrika antara kulit putih dan kulit hitam. Perjuangannya yang begitu bersejarah yang selalu di tandai dengan politik antirasi, persamaan hak, demokrasi dan perdamaian telah berimplikasi besar pada negaranya saat ini. Tetapi apa yang di perjuangkan Nelson Mandela ini tidak berjalan dengan mudah dan tanpa rintangan, prinsipnya membuat dia berkali-kali di tahan hingga akhirnya pada tahun 1990 di bebaskan melalui sebuah perjanjian dan
pada akhirnya menjadi presiden pada tahun 1994.

Di awal kebebasanya Mandela segera memulai pembicaraan dengan pemerintah untuk mengakhiri Apartheid hingga akhirnya di setujui. Banyak warga kulit putih yang khawatir mengenai pemberian hak sama terhadap warga kulit hitam. Tetapi apa yang di lakukan Mandela, justru dia bekerja sama dengan presiden Afrika Selatan pada saat itu, F.W. de Klerk untuk mempromosikan hubungan damai antara warga kulit hitam dan kulit putih. Hingga akhirnya dunia menganuggrahi hadiah berupa Nobel Perdamain kepada Mandela dan de Klerk.

Cara-cara yang dilakukan Mandela jauh berbanding terbalik dengan Der Fuhrer, Mao Zedong dan pengganti Abdurrahman Wahid dimana sampai pada kesimpulan antara musyawarah dan kekerasan menimbulkan hasil akhir yang berbeda. Ketenangan dan kecerdasan Nelson Mandela menunjukan betapa tinggi ilmunya sehingga membuatnya begitu bijaksana dan tenang dalam bersikap. Sedangkan sempitnya pikiran Hitler membuatnya mudah terprovokasi dan penuh emosi yang hanya menimbulkan kekacauan. Tak ada kekerasan dan tak ada pertumpahan darah di perjuangan Nelson Mandela tetapi menimbulkan hasil yang begitu nyata. Di sepuluh tahun awal kemerdekaanya atau di tandai dari kebebasan Nelson Mandela, Afrika Selatan berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Kawan-kawan sekalian, kita telah melewati hamper dua tahun lamanya bersama SOLIDARITAS, banyak pikiran telah di kemukakan, macam-macam, tetapi alangkah baiknya kita bersama-sama mencari persatuan philoshopische grondslag, mencari suatu Weltenschaung yang kita semua setuju yaitu PERDAMAIAN. Anak kecilpun dapat melihat bahwa India adalah satu kesatuan di Asia Selatan, dibatasi oleh Lautan Hindia yang luas dan Gunung Himalaya. Seorang anak kecilpun tahu kalo inggris itu adalah sebuah negara satu kesatuan.

China dapat di tunjukan sebagai satu kesatuan juga. Dan itu sudah kehendak tuhan sedemikian rupa. Bukan Beijing saja, bukan Fuzhou saja, tapi Beijing dan Fuzhou dan daerah-daerah China yang lainya, segenap kepulauan China adalah satu kesatuan.

Maka manakah yang dinamakan tumpah darah tanah air kita? Menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita, bukan Jawa saja, bukan Kalimantan saja, bukan Sumatra saja, bukan Cirebon saja, bukan Papua saja, tetapi segenap kepulauan lain yang di tentukan tuhan di antara dua samudra dan dua benua, yaitu tanah air kita!. Dan hanya dengan perdamaian semua bisa terwujud dan menuju negara “memberikan rasa aman dan kebebasan untuk semua, satu untuk semua”.

Atas dasar pertimbangan kedua masalah melalui cerita Hitler dan Mandela tersebut, SOLIDARITAS memberanikan diri hadir dan menjadi fasilitator bagi setiap polemik dan permasalahan yang ada. Mengemban misi perdamaian tanpa kekerasan dan mengedepankan musyawarah mufakat. Bila terjadi apa-apa yang belum memuaskan, bukankah tidak sebaiknya bicarakan dalam permusyawaratan. Musyawarah mufakat inilah tempat kita usulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat, apa-apa yang kita rasakan perlu perbaikan. Dengan sumber daya manusia yang ada, Insya Allah SOLIDARITAS sebisa mungkin memberikan kepada bangsa dan negara menuju perdamaian dan kesejahteraan yang sesungguhnya.

Tentunya harapan serta dukungan sangat di butuhkan dalam wacana mencapai suatu perdamaian dan kesejahteraan yang sesungguhnya. Karena esensi dari perdamain itu tidak hanya milik suatu golongan tetapi seluruh umat manusia di dunia tidak ada tapi dan terkecuali. Selain itu, misi terpenting dari SOLIDARITAS adalah menciptakan pemuda yang intelek dan intelek yang pemuda. Tidak kasar, tidak pemarah, egois bahkan penuh dendam tetapi pemuda yang santun, sopan, cepat, cerdas dan bersahaja.

Insya Allah dalam waktu dekat keberadaan SOLIDARITAS yang sesungguhnya akan lebih dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat khususnya Kota Cirebon. Kampanye kebersihan, sosialisasi hukum serta training wirausaha adalah salah satu kegiatan yang akan di laksanakan oleh SOLIDARITAS disamping misinya membawa perdamaian. Dengan system desa ke desa di harapakan nantinya dapat membentuk masyarakat yang cerdas, bersih, sopan dan secara perlahan menghilangkan sifat primitive yang sejauh ini melekat di masyarakat Kota Cirebon

Sebagai penutup izinkan saya mengutip satu kalimat penting mengenai perdamaian, bahwa “Tidak akan ada sebuah perdamaian sebelum anda melakukan gerakan menuju damai”. Kedamaian itu lekat dengan ilmu, kebersihan dan kerohanian maka dari itu mari kita berjuang bersama SOLIDARITAS menuju perdamain dan kesejahteraan yang menyeluruh.

Tulisan ini saya dedikasikan sebagai suatu pertanggungjawaban selaku Humas Di SOLIDARITAS yang tentunya memiliki kewajiban untuk mempromosikan SOLIDARITAS kepada khalayak luas.
Untuk kawan-kawanku dari “Bakhrul Amal”